Venezuela Tarik Personil Diplomatik dari AS

loading…

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menarik personil diplomatiknya dari AS. Foto/Istimewa

CARACAS – Presiden Venezuela Nicolas Maduro tampaknya bersikukuh dengan keputusannya untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat (AS) meski mendapat penolakan dari Washington. Terbaru, ia mengumumkan penarikan personel diplomatiknya dari negara adidaya itu.

“Semua personel diplomatik di AS akan kembali pada hari Sabtu setelah penutupan kedutaan dan konsulatnya di negara itu,” kata Maduro saat berpidato di ibu kota Caracas seperti disitat dari Anadolu, Jumat (25/1/2019).

Langkah itu dilakukan sehari setelah Maduro mengumumkan negaranya memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington dan memberi waktu 72 jam bagi diplomat AS untuk meninggalkan negara itu. Permintaan ini diabaikan oleh para pejabat Washington, dengan mengatakan personil diplomatik akan tetap berada di negara itu atas undangan pemimpin oposisi Juan Guaido.

Baca Juga:

AS meminta pemerintah Barat untuk mengakui Guaido sebagai presiden sementara negara itu. Pernyataan ini pun menarik teguran keras dari pemerintah Venezuela yang diakui secara internasional.

Semakin banyak negara telah berbaris di belakang Guaido, kepala Majelis Nasional sebutan untuk parlemen Venezuela, yang menyatakan dirinya sebagai presiden pada Rabu lalu berdasarkan Pasal 333 dan 350 Konstitusi Venezuela di tengah-tengah protes massa anti-pemerintah.

Deklarasi Guaido dengan cepat diakui oleh AS, Kanada, dan beberapa negara Amerika Latin.

Maduro pertama kali menjabat pada tahun 2013 setelah kematian pendahulunya Hugo Chavez. Setelah dilantik pada awal bulan ini, presiden Venezuela itu akan memerintah untuk masa enam tahun lagi, hingga 2025.

AS telah mengkritik Maduro selama masa jabatannya, dan menunjukkan dukungan kepada Majelis Nasional sebagai “sisa-sisa demokrasi terakhir”.

(ian)