Venezuela Tangkap Tentara yang Diduga Hendak Lakukan Kudeta

loading…

Diosdado Cabello, Presiden Majelis Konstituante Venezuela mengatakan, beberapa personel militer yang diduga terlibat dalam upaya kudeta di Caracas telah ditangkap. Foto/Reuters

CARACAS – Surat kabar Nacional, surat kabar lokal di Venezuela melaporkan bahwa beberapa tentara telah merebut pangkalan militer di Cotiza di Caracas barat. Namun, saat ini pangkalan itu telah direbut kembali oleh tentara yang yang setia pada Presiden Venezuela, Nicholas Maduro.

Diosdado Cabello, Presiden Majelis Konstituante Venezuela mengatakan, beberapa personel militer yang diduga terlibat dalam upaya kudeta terhadap Cotiza di Caracas barat telah ditangkap.

“Sekali lagi, Angkatan Bersenjata Bolivarian kami, telah menahan sekelompok kecil preman dan pengkhianat tanah air, yang mencuri senjata untuk melanggengkan kekerasan dan menyulut keprihatinan di antara masyarakat. Kami akan menang,” ucap Cabello, seperti dilansir Sputnik pada Senin (21/1).

Baca Juga:

Sementara itu, sebelumnya seorang pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai Sersan Garda Nasional Venezuela di sebuah pos terdepan di Caracas menyerukan agar Presiden Nicolas Maduro untuk mundur atau dilengserkan.

video itu tidak menunjukkan pergerakan pasukan atau kendaraan militer yang signifikan. Foto-foto di media sosial menunjukkan kehadiran pasukan keamanan di daerah pos Garda Nasional.

Venezuela sendiri memang disebut-sebut berada di ambang kudeta militer setelah angkatan bersenjata diklaim siap untuk berbalik melawan Maduro. Klaim ini muncul dari para perwira angkatan bersenjata yang berada di pengasingan.

Para pejabat militer di pengasingan yang berbasis di Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa para perwira yang melayani negara saat ini menjadi kecewa dengan Maduro. Namun, belum ada yang mau memimpin pemberontakan secara habis-habisan.

Jenderal Anotonio Rivero, perwira non-aktif yang tinggal di Miami, mengklaim militer Venezuela kecewa pada Maduro. Menurutnya, para perwira aktif ingin melihat Presiden Majelis Nasional, Juan Guaido, mengambil peran sebagai panglima tertinggi.

(esn)