UE Sebut Assad Halangi Diplomatnya Sambangi Damaskus

loading…

UE mengatakan, Presiden Suriah, Bashar al-Assad telah mencabut visa khusus bagi para diplomat dan pejabat UE yang bepergian secara teratur antara Beirut dan Damaskus. Foto/Reuters

BRUSSELS – Uni Eropa (UE) mengatakan, Presiden Suriah, Bashar al-Assad telah mencabut visa khusus bagi para diplomat dan pejabat UE yang bepergian secara teratur antara Beirut, Lebanon dan Damaskus. Hal ini mempersulit upaya untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban perang saudara.

Sejak konflik pecah di Suriah pada 2011, UE telah menggunakan Beirut untuk basis diplomatiknya, sementara menutup sebagian besar Kedutaan Besar di Damaskus sebagai protes atas apa yang mereka gambarkan sebagai serangan brutal Assad terhadap oposisi.

“Tetapi izin khusus untuk menggunakan visa multi-entri Suriah untuk akses ke Damaskus dibatalkan pada awal Januari tanpa ada penjelasan dari pemerintah Suriah, yang berarti personel harus mengajukan permohonan visa single-entry yang memakan waktu setiap waktu yang mereka inginkan untuk bepergian,” kata seorang diplomat UE, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (23/1).

Baca Juga:

Para diplomat UE yang berbicara dengan syarat anonim itu mengatakan, mereka percaya itu adalah upaya untuk mencoba memaksa pemerintah Eropa dan UE untuk membuka kembali kedutaan besar di Damaskus.

“Ini masalah serius bagi bantuan kemanusiaan UE. Ini adalah tindakan yang menghantam para diplomat dan staf kedutaan pemerintah Eropa dan lembaga-lembaga UE,” kata diplomat tersebut.

Setelah lebih dari tujuh tahun perang saudara yang menghancurkan, Komisi Eropa, eksekutif UE, telah menyalurkan hampir 800 juta euro atau USD 904 juta untuk makanan, obat-obatan dan tempat tinggal bagi warga Suriah di dalam negara itu.

(esn)