UE Berencana Jatuhkan Sanksi Baru, Rusia Kesal

loading…

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow tidak mendukung keputusan UE untuk memberlakukan sanksi terhadap Rusia terkait dengan insiden Skripal. Foto/Istimewa

MOSKOW – Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, Moskow tidak mendukung keputusan Uni Eropa (UE) untuk memberlakukan sanksi terhadap Rusia terkait dengan insiden Sergei Skripal.

Para Menteri Luar Negeri negara anggota UE dilaporkan berencana untuk menyusun daftar hitam pertama sesuai dengan peraturan baru Dewan Eropa terhadap mereka yang bertanggung jawab memproduksi dan menggunakan senjata kimia. Keputusan itu akan dibuat selama sesi rencana pertama Dewan Eropa, yang akan diadakan hari ini.

Sanksi itu dipredisi akan berdampak pada empat warga Rusia yang dianggap anggota Departemen Intelijen Utama (GRU) Rusia, yang dituduh melakukan upaya pembunuhan terhadap Skripal dan putrinya Yulia.

Baca Juga:

Menanggapi laporan tersebut, Skripal mengatakan, mereka dicurigai tanpa adanya dasar. Dia menegaskan belum ada bukti sejauh ini, khususnya terhadap Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov, yang fotonya sudah disebar oleh otoritas Inggris.

“Kita semua akrab dengan foto-foto terkenal dari dua warga ini di Inggris. Tetapi pada saat yang sama, ada banyak foto warga Rusia di Inggris, dan mereka tidak berfungsi sebagai bukti langsung,” kata Peskov.

“Kami tidak mengetahui adanya lagi bukti substantif dan spesifik, itulah sebabnya kami memiliki reaksi negatif terhadap keputusan seperti itu,” sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Senin (21/1).

Dia menekankan bahwa Inggris tidak memberikan bukti apa pun kepada Rusia mengenai insiden tersebut. “Dalam hal ini, situasinya tidak berubah, menurut pendapat kami,” pungkasnya.

(esn)