Trump dan Senator AS Sudah Diskusi soal Invasi ke Venezuela

loading…

Para tentara militer Amerika Serikat saat latihan bersama NATO. Foto/REUTERS/Kacper Pempel

WASHINGTON – Senator terkemuka Amerika Serikat dari Partai Republik, Lindsey Graham, mengaku sudah diajak berdiskusi dengan Presiden Donald Trump terkait kemungkinan invasi militer ke Venezuela. Namun, para pejabat senior Gedung Putih mengatakan tak ada tanda-tanda Washington akan mengivasi rezim Nicolas Maduro di Caracas.

Presiden Nicolas Maduro yang memimpin Venezuela saat ini telah berulang kali menuduh Washington mengatur kudeta terhadap pemerintahannya. Dia telah memutuskan hubungan diplomatik kedua negara setelah Trump mengakui Kepala Majelis Nasional yang dikuasai oposisi, Juan Guaido, sebagai presiden interim Venezuela.

“Dia (Trump) berkata, ‘Bagaimana menurut Anda menggunakan kekuatan militer?’ dan saya berkata, ‘Ya, Anda harus lamban dalam hal itu, itu bisa bermasalah,” kata Graham kepada situs berita AS, Axios, yang dikutip Senin (28/1/2019).

Baca Juga:

Dalam diskusi dengan Trump tersebut, Graham berujar; “Ya, saya terkejut, Anda ingin menyerang semua orang.”

Menurut Senator Republik itu, disekusi sudah terjadi beberapa pekan lalu. Graham percaya bahwa kekuatan militer harus digunakan hanya ketika kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat terancam.

Dia juga mengatakan kepada Axios bahwa Trump “benar-benar hawkish” di Venezuela.

Para pejabat senior dari pemerintahan Trump mengatakan tidak ada tanda-tanda bahwa Washington benar-benar berencana untuk menginvasi Caracas. Menurut mereka, Trump hanya ingin mempercepat perubahan rezim di negara Amerika Latin itu karena alasan ekonomi dan diplomatik.

Rabu lalu, konflik antara pemerintah dan oposisi di Venezuela meningkat ketika Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden interim atau sementara negara tersebut. Deklarasi itu diakui Amerika Serikat, Kanada, Australia, Israel dan sejumlah negara Amerika Latin.

Hubungan AS dan Venezuela telah lama tegang. Pada Agustus 2017, Trump saat berada di klub golfnya di Bedminster, New Jersey mengatakan bahwa ia tidak mengesampingkan opsi militer untuk mengakhiri kekacauan di Venezuela.

Sedangkan Rusia menyatakan hanya mengakui Maduro sebagai presiden Venezuela yang terpilih secara sah dan juga menyuarakan kesiapan untuk menengahi dialog antara pemerintah dan oposisi.

(mas)