Suriah Tangkis Serangan 4 Jet Tempur Israel, 7 Rudal Ditembak Jatuh

loading…

Pesawat jet tempur F-16 Israel. Foto/REUTERS/Amir Cohen

DAMASKUS – Sistem pertahanan udara Suriah menangkis rentetan serangan empat pesawat jet tempur F-16 Israel. Menurut militer Rusia, sebanyak tujuh rudal dari jet-jet tempur rezim Zionis ditembak jatuh.

Tidak ada kerusakan atau pun korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan tersebut. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serbuan Israel terjadi sekitar pukul 13.32 siang waktu setempat pada hari Minggu waktu Damaskus.

“Empat jet tempur F-16 Israel terbang di atas Laut Mediterania ketika mereka meluncurkan rudal ke Suriah, yang menargetkan bandara internasional, barat daya Damaskus,” kata para pejabat militer Moskow.

Baca Juga:

Sistem pertahanan udara yang digunakan militer Damaskus untuk menangkis serbuan rudal Israel adalah sistem pertahanan Pantsir dan Buk. Belum jelas berapa banyak misil yang ditembakkan empat jet tempur F-16 Israel, namun tujuh di antaranya ditembak jatuh.

Sumber militer Suriah sebelumnya mengatakan tentara pemerintah menggagalkan agresi udara rezim Zionis terhadap negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengonfirmasi serangan udara di dekat bandara.”Itu adalah bagian dari kebijakan permanen negara untuk menentang upaya Iran untuk mendapatkan pijakan di Suriah dan untuk melukai orang-orang (yang) berusaha untuk menyakiti kita,” katanya, seperti dikutip Haaretz, Senin (21/1/2019).

Pada hari yang sama, tentara Israel mengatakan bahwa sistem pertahanan Iron Dome mereka telah menghalau sebuah roket yang diluncurkan di Dataran Tinggi Golan utara, tanpa menyebutkan dari mana roket itu berasal.

Dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah melakukan beberapa serangan udara di wilayah Suriah dengan klaim menyerang target yang diduga terkait Iran. Tidak semua serangan yang dilaporkan oleh Suriah kemudian dikonfirmasi oleh IDF. Para pejabat di Tel Aviv menuduh Iran menggunakan proksi di tanah Suriah untuk melemahkan keamanan Israel.

Damaskus berulang kali mengecam serangan udara Israel dan menekankan bahwa tindakan itu merupakan pelanggaran yang merajalela terhadap kedaulatan negaranya. Rusia telah bergabung dengan Suriah dalam mengutuk operasi Israel. Para pejabat kedua negara mengecam serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sebagai tindakan sembrono yang membahayakan penerbangan sipil di daerah tersebut.

Tahun lalu, Damaskus menerima sejumlah sistem pertahanan udara S-300 Rusia, yang dipasok oleh Moskow sebagai tanggapan atas jatuhnya pesawat pengintai Il-20 Rusia di Suriah pada 17 September. Pesawat, dengan 15 prajurit di dalamnya, menjadi korban salah sasaran unit pertahanan udara Suriah yang saat itu sedang merespons serangan jet-jet tempur F-16 Israel.

Moskow dan Damaskus sejatinya sudah lama menyepakati kontrak penjualan S-300. Namun, pasokan sistem rudal itu dibekukan selama bertahun-tahun karena Rusia mempertimbangkan kekhawatiran pihak Israel.

(mas)