Soal Denuklirisasi, Trump Sebut AS-Korut Banyak Kemajuan

loading…

Presiden AS Donald Trump memuji pertemuannya dengan utusan Korut Kim Yong-chol. Foto/Istimewa

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji pertemuannya dengan utusan Korea Utara (Korut) Kim Yong-chol. Menyebutnya sebagai pertemuan luar biasa, Trump menyatakan kedua negara telah membuat banyak kemajuan dalam denuklirisasi.

“Itu adalah pertemuan yang luar biasa,” Trump, berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, mengatakan terkait pertemuan itu.

“Kami sepakat untuk bertemu suatu saat, mungkin akhir Februari. Kami telah memilih negara tetapi kami akan mengumumkannya di masa mendatang. Kim Jong-un sangat menantikan hal itu dan saya juga,” sambung Trump.

Baca Juga:

“Kami telah membuat banyak kemajuan sejauh menyangkut denuklirisasi dan kami berbicara tentang banyak hal yang berbeda. Segalanya berjalan baik dengan Korea Utara,” tukasnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (19/1/2019).

Pasca pertemuan itu, Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden AS akan mengadakan pertemuan puncak ke dua dengan pemimpin Korut Kim Jong-un pada akhir Februari, tetapi akan tetap mempertahankan sanksi ekonomi terhadap Pyongyang.

Baca: Gedung Putih Pastikan Trump Bertemu dengan Kim Jong-un Akhir Februari

Meski begitu Trump dan Gedung Putih tidak memberikan rincian perundingan, dan meskipun komentarnya bernada optimis, tidak ada indikasi penyempitan perbedaan atas tuntutan AS bahwa Korut menanggalkan program senjata nuklir yang mengancam AS dan permintaan Pyongyang agar sanksi dicabut.

Pertemuan puncak pertama pada bulan Juni di Singapura – pertemuan pertama antara Presiden AS yang berkuasa dan seorang Pemimpin Korut – menghasilkan komitmen yang tidak jelas di mana Kim Jong-un akan bekerja menuju denuklirisasi semenanjung Korea, tetapi ia belum mengambil apa yang dilihat Washington sebagai langkah konkret ke arah itu.

Para pengecam upaya AS mengatakan KTT pertama hanya meningkatkan status internasional Kim tanpa banyak menunjukkannya, dan beberapa percaya Trump mungkin melihat pertemuan kedua sebagai cara mengalihkan perhatian dari masalah domestiknya.

Trump tidak merinci negara yang dipilih untuk menjadi tuan rumah KTT, tetapi Vietnam telah dianggap sebagai kandidat utama.

Kim Yong-chol, yang dianggap sebagai anggota lingkaran dalam Kim Jong-un, juga melakukan pembicaraan pada hari Jumat dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan utusan khusus AS untuk Korut, Stephen Biegun.

Baca: Bahas KTT Trump-Jong-un Jilid II, Pompeo-Utusan Korut Bertemu

Departemen Luar Negeri mengatakan kedua belah pihak memiliki pertemuan pertama yang produktif dan Biegun akan melakukan perjalanan ke Swedia pada akhir pekan untuk menghadiri konferensi internasional.

Konferensi ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son-hui. Washington tertarik untuk mengadakan pembicaraan antara Biegun dan Choe tetapi Korut menentangnya, tampaknya ingin mempertahankan pertemuan tingkat tinggi.

Ditanya apakah keduanya akan bertemu di Stockholm, juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan: “Kami tidak memiliki pertemuan untuk diumumkan.”

(ian)