Siap Temui Oposisi, Maduro Tak Ingin Rakyat Venezuela Saling Bunuh

loading…

Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto/REUTERS

CARACAS – Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengaku siap untuk bertemu dan bicara dengan pemimpin oposisi Juan Guaido yang telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim. Maduro tak ingin oposisi berubah menjadi ekstremis yang akhirnya membuat rakyat di negara itu saling bunuh.

“Kami tidak akan saling membunuh, rakyat Venezuela,” katanya dalam konferensi pers pertama sejak Guaido menyatakan diri sebagai presiden interim dan diakui banyak negara, termasuk Amerika Serikat. “Kami akan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan,” ujar Maduro.

Presiden penerus Hugo Chavez ini ingin melanjutkan hubungan negaranya dengan AS, hanya saja tidak di bidang diplomatik dan politik.

Baca Juga:

“Jika saya harus pergi untuk berbicara dengannya (Guaido), saya bersedia,” kata Maduro, seperti dikutip Reuters, Sabtu (26/1/2019). “Mudah-mudahan lebih cepat daripada nanti oposisi akan keluar dari jalur (menjadi) ekstremisme dan membuka dialog yang tulus.”

Maduro telah memutuskan hubungan diplomatik dengan AS pada hari Rabu, setelah Presiden AS Donald Trump secara resmi mengakui Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela.

Diplomat AS diberi waktu 72 jam sejak hari Rabu untuk meninggalkan negara kaya minyak itu. Namun, Pemerintah Trump menolak ultimatum Maduro dengan dalih dia tidak memiliki wewenang untuk membuat keputusan di negara tersebut.

Tapi, pada akhirnya para diplomat dan staf kedutaan Amerika yang “tidak penting” diperintahkan untuk meninggalkan Venezuela karena alasan keamanan.

Presiden Maduro juga telah memerintahkan penutupan kedutaan dan seluruh konsulat Venezuela di AS.

Dalam pidatonya kepada pers pada hari Jumat, Maduro mengecam tawaran Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo sebesar USD20 juta dalam bentuk bantuan kemanusiaan kepada Venezuela yang akan diberikan kepada tokoh oposisi. Dia menuduh Washington mengatur kudeta untuk menggulingkan pemerintahannya.

(mas)