Seteru Berlanjut, Malaysia Merasa Sangat Jijik dengan Tuduhan Israel

loading…

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah. Foto/The Star

KUALA LUMPUR – Perseteruan antara Kuala Lumpur dengan rezim Zionis berlanjut. Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah merasa sangat jijik dengan Kementerian Luar Negeri Israel yang menuduh Kuala Lumpur menentang semangat Olimpiade dan menyebut Perdana Menteri Mahathir Mohamad sebagai seorang anti-Semit yang fanatik.

Perseteruan ini bermula dari sikap pemerintah Mahathir yang melarang setiap atlet Israel berpartisipasi dalam kejuaraan Para Renang Dunia yang diselenggarakan di negara tetangga Indonesia tersebut. Pemerintah Mahathir bahkan melarang semua warga rezim Zionis meramaikan acara olahraga yang akan digelar Juli mendatang di Sarawak.

Sikap pemerintah Mahathir itu dikecam Israel. Menurut pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu larangan itu diilhami oleh sikap anti-Semitisme Mahathir.

Baca Juga:

Menteri Saifuddin Abdullah yang dikutip dari The Star, Sabtu (19/1/2019), mengatakan selama lebih dari setengah abad Israel terus mengabaikan hak-hak rakyat Palestina sambil melakukan kebijakan dan praktik yang tidak manusiawi. Menurutnya, tindakan rezim Zionis itu jelas-jelas merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Dia menegaskan bahwa Malaysia telah dan akan selalu menjadi pendukung setia perjuangan Palestina, yang ditopang oleh komitmen jangka panjangnya terhadap pemulihan hak-hak dan kebebasan Palestina.

Sebelumnya juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon telah meminta Komite Paralimpiade Internasional, yang mengorganisir kompetisi, untuk mengubah lokasi kejuaraan jika tidak dapat membujuk Malaysia untuk mencabut larangan tersebut.

“Ini memalukan dan sama sekali menentang semangat Olimpiade,” kata Nahshon dalam sebuah pernyataan.

Perenang dari sekitar 70 negara diperkirakan akan bersaing dalam kejuaraan 29 Juli-4 Agustus di Sarawak. Acara itu merupakan kualifikasi menuju Olimpiade Tokyo 2020.

(mas)