Sebut Maduro Diktator, Pence Serukan Perubahan Rezim di Venezuela

loading…

Lewat pesan video, Wakil Presiden AS Mike Pence memberikan dukungan kepada rakyat Venezuela dan menyerukan perubahan rezim. Foto/Istimewa

WASHINGTON – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence, memberikan pesan dukungan kepada rakyat Venezuela. Ia mendorong rakyat Venezuela untuk memprotes Presiden Nicolas Maduro dan menggarisbawahi dukungan AS untuk pemimpin oposisi Juan Guaido.

Dalam sebuah pesan video yang direkam dalam bahasi Inggris dengan beberapa kata dan frasa Spanyol, Pence menyebut Maduro sebagai diktator yang tidak memiliki hak sah atas kekuasaan.

“Atas nama Presiden Donald Trump dan semua orang Amerika, izinkan saya menyatakan dukungan yang tak tergoyahkan dari Amerika Serikat ketika Anda, rakyat Venezuela, angkat suara Anda dalam seruan untuk kebebasan,” kata Pence setelah membukanya dengan salam “hola , Yang berarti “halo” dalam bahasa Spanyol.

Baca Juga:

“Nicolas Maduro adalah seorang diktator tanpa klaim sah atas kekuasaan. Dia tidak pernah memenangkan kursi kepresidenan dalam pemilihan yang bebas dan adil, dan telah mempertahankan cengkeraman kekuasaannya dengan memenjarakan siapa pun yang berani menentangnya,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (23/1/2019).

Pence kembali menyatakan dukungan AS untuk Guaido, di mana ia sempat berbicara melalui telepon awal bulan ini, dan Majelis Nasional yang dipimpinnya. Ia menyebutnya sebagai sisa demokrasi terakhir. Pence mengatakan Washington mendukung keputusan Guaido untuk menegaskan kekuatan lembaga itu, yang dikatakan Maduro sebagai “perampas kekuasaan” dan mendorong pemerintahan transisi untuk didirikan.

Oposisi Venezuela berencana akan mengadakan aksi demonstrasi nasional pada hari Rabu waktu setempat sebagai bagian dari acara tahunan yang menandai jatuhnya pemerintahan militer pada tahun 1958. Para pengkritik pemerintah semakin membandingkan Maduro dengan diktator Marcos Perez, yang dilengserkan dari kekuasaan tahun pada itu.

“Ketika Anda membuat suara Anda terdengar besok, atas nama rakyat Amerika, kami mengatakan kepada semua orang baik di Venezuela: estamos con ustedes,” kata Pence, menindaklanjuti dengan terjemahan dalam bahasa Inggris: “Kami bersama Anda, kami berdiri bersamamu, dan kami akan tinggal bersamamu sampai demokrasi dipulihkan dan kau merebut kembali hak asasi kemerdekaanmu.”

Maduro dilantik sebagai Presieden Venezuela untuk masa jabatan kedua pada 10 Januari lalu di tengah kritik di seluruh dunia bahwa kepemimpinannya tidak sah setelah pemilu 2018 yang secara luas dipandang sebagai penipuan.

(ian)