Sanksi Baru AS ‘Tampar’ Maskapai Iran dan Milisi Pro-IRGC

loading…

Pesawat Qeshm Fars Air yang maskapainya dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat. Foto/Zero Hedge

WASHINGTON – Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi baru terhadap Iran. Target sanksi Washington kali ini adalah dua maskapai dan dua kelompok milisi Syiah yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Perusahaan penerbangan yang terkena “tamparan” sanksi Washington adalah Qeshm Fars Air dan Flight Travel LLC yang berbasis di Armenia. Sedangkan dua kelompok milisi yang terkena sanksi adalah Brigade Fatemiyoun dan Brigade Zaynabiyoun yang beroperasi di Suriah.

Departemen Keuangan juga menjatuhkan sanksi terhadap dua pesawat Boeing 747, yang ditunjuk EP-FAA dan EP-FAB, atas hubungan mereka dengan Qeshm Fars Air.

Baca Juga:

Brigade Fatemiyoun adalah kelompok milisi Syiah Afghanistan. Sedangkan Brigade Zaynabiyoun sebagian besar terdiri dari milisi Syiah Pakistan.

“Penargetan departemen keuangan atas milisi yang didukung Iran dan proksi asing lainnya adalah bagian dari kampanye kami yang berkelanjutan untuk menutup jaringan terlarang, yang digunakan rezim untuk mengekspor terorisme dan kerusuhan di seluruh dunia,” kata Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin yang dikutip Sputnik, Jumat (25/1/2019).

Pada 5 November 2018, Washington memberlakukan sanksi keras terhadap sektor energi, penerbangan dan ekspor Iran menyusul keputusan Presiden Donald Trump yang menarik AS keluar dari perjanjian nuklir Iran (JCPOA 2015) pada 8 Mei 2018. Sanksi itu dirancang untuk membatasi kemampuan Teheran untuk mengekspor minyak mentah dan melakukan operasi perbankan internasional.

Pada saat yang sama, AS memberikan keringanan sementara kepada China, India, Italia, Yunani, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Turki, yang memungkinkan mereka membeli minyak mentah Iran dalam jumlah terbatas selama enam bulan tanpa sanksi.

Iran telah berulang kali mengancam akan memblokir Selat Hormuz, satu-satunya jalan keluar maritim bagi kapal tanker minyak yang berasal dari Teluk Persia jika ekspor minyaknya terhambat oleh sanksi AS.

(mas)