RI Dorong DK PBB untuk Dukung Proses Perdamaian Kolombia

loading…

Dalam pertemuan DK PBB yang membahas perkembangan proses perdamaian Kolombia Menlu RI, Retno Marsudi mendesak DK untuk mendukung proses damai di negara itu. Foto/Kemlu RI

NEW YORK – Dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB yang membahas perkembangan proses perdamaian antara Pemerintah Kolombia dengan FARC, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mendesak DK untuk mendukung proses damai di negara itu.

Retno, dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa atas permintaan Pemerintah Kolombia, pada tahun 2015, dia dan delegasi Indonesia ke Kolombia untuk membagi pengalamanproses perdamaian antara Pemerintah Indonesia dan GAM. Oleh karenanya, ucap Retno, Indonesia sangat senang pada tahun 2016, Pemerintah Kolombia dan FARC berhasil menyepakati “the Final Agreement to End the Armed Conflict and Build a Stable and Lasting Peace,” yang mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun.

“Indonesia percaya Pemerintah Kolombia memiliki komitmen kuat untuk memajukan proses perdamaian di Kolombia,” ucap Retno, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima Sindonews pada Kamis (24/1).

Baca Juga:

Lebih lanjut Retno menekankan bahwa keberhasilan implementasi perjanjian damai antara Pemerintah Kolombia dan FARC, sangat bergantung kepada komitmen seluruh pihak yang terlibat. Dalam upaya mendukung implementasi perjanjian damai Kolombia.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu menyampaikan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dengan Kolombia mendukung program program pasca-konflik khususnya demobilisasi, perlucutan senjata dan reintegrasi (DDR). “Proses reintegrasi dan pembangunan perdamaian pasca-konflik yang efektif adalah kunci dari keberhasilan implementasi perjanjian damai,” ucapnya.

Dalam konteks ini, Retno mencontohkan program kerja sama “Oil Palm for Peace” yang sedang dilakukan dengan Kolombia. Program tersebut bertujuan mengkonversi lahan koka menjadi komoditas yang produktif seperti minyak kelapa sawit dan karet. Selain proses reintegrasi, dirinya juga menekankan pentingnya tantangan-tantangan terhadap keamanan di Kolombia terus dikelola secara tepat, guna mendorong keberhasilan proses perdamaian.

Diplomat senior Indonesia itu juga menegaskan perlunya kedua belah pihak menjalankan komitmen yang telah disepakati bersama, mengingat kesuksesan proses perdamaian bergantung pada seberapa jauh masing-masing pihak menghormati komitmennya. Dalam pertemuan, Retno menekankan pentingnya seluruh anggota DK PBB menyatukan pandangan dalam membantu Kolombia menuju perdamaian yang stabil dan abadi. Dia menegaskan, dukungan DK PBB dan masyarakat internasional diperlukan agar proses perdamaian berjalan mulus.

Penandatanganan kesepakatan damai antara Pemerintah Kolombia dan FARC tahun 2016 merupakan sebuah peristiwa bersejarah yang berrhasil mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 50 tahun dan salah satu konflik terlama di dunia.

Pemerintah Kolombia kemudian meminta bantuan PBB untuk menjadi pihak ketiga dari perjanjian damai Kolombia untuk mengawal implementasi kesepakatan perjanjian damai. DK PBB menyambut positif permintaan ini dengan membentuk UN Verification Mission in Colombia telah bertugas sejak aklhir tahun 2016.

(esn)