Polisi Australia Tangkap Pembunuh Sadis Mahasiswi Israel

loading…

Aiia Maasarwe, 21, mahasiswi Israel yang dibunuh secara mengerikan di Australia. Foto/Twitter @AneekaSimonis

MELBOURNE – Seorang pria berusia 20 tahun ditangkap polisi Australia atas tuduhan membunuh seorang mahasiswi asal Israel secara sadis. Jasad korban yang bernama Aiia Maasarwe, 21, ditemukan di dekat halte trem di Melbourne pada Rabu pagi.

Detektif polisi yang menyelidiki kasus pembunuhan ini menangkap tersangka pada Jumat (18/1/2019) pada pukul 11.20 pagi di pinggiran kota Greensborough.

“Penangkapan tersebut menyusul penyelidikan ekstensif atas kematian Aiia setelah ditemukan jenazahnya di dekat Main Drive dan Plenty Road di Bundoora pada hari Rabu, 16 Januari, sekitar pukul 07.00 pagi,” bunyi pernyataan Kepolisian Victoria, Australia.

Baca Juga:

“Polisi ingin berterima kasih kepada publik atas bantuan mereka dalam penyelidikan,” lanjut pernyataan tersebut, seperti dikutip The Herald Sun.

Tersangka saat ini ditahan di sebuah penjara di Spencer St untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Aiia Maasarwe merupakan warga Arab Palestina tapi status kewarganegaraannya Israel. Dia telah tinggal di Melbourne dan belajar di Universitas La Trobe selama sekitar lima bulan sebagai bagian dari program pertukaran pelajar melalui Universitas Shanghai.Dia berencana menggunakan gelarnya untuk bekerja bersama ayahnya yang berbisnis di China. Namun, pembunuhan tersebut telah menggagalkan impiannya.

Pada hari Rabu pagi, jenazah Aiia Maasarwe ditemukan di dekat rel trem tidak jauh dari tempat dia tinggal.

Malam sebelumnya, dia menghadiri tur di Melbourne dengan teman-teman baru di Flagstaff Gardens di CBD (central business district), antara pukul 19.00-20.00 malam.

Penyelenggara acara, Arun Chandran mengambil foto kelompok tur yang memperlihatkan Aiia Maasarwe tersenyum dengan kaus merah muda bertuliskan “Merci” di bagian depan. Foto itu diambil pada pukul 19.56 sore atau hanya beberapa sebelum dia dibunuh.

Chandran mengatakan Aiia Maasarwe telah bergabung dengan beberapa grup tur “Let’s Talk In English” di masa lalu.

“Dia sangat ramah, berpengetahuan luas, mudah bergaul, dan seseorang yang tahu banyak. Cukup menyegarkan untuk berbicara dengannya,” katanya.

“Aiia sedang belajar bahasa Inggris di Universitas La Trobe. Dia orang yang sangat positif dan ramah,” lanjut dia.

Detektif mengatakan ada kemungkinan korban dibuntuti pelaku sebelum dia diserang dan dibunuh, sekitar 50 meter dari halte trem dan kurang dari satu kilometer dari tempat tinggalnya. Dia sedang berbicara dengan saudara perempuannya di telepon pada saat serangan terjadi.

Setelah melakukan serangan, pelaku membuang beberapa pakaian korban, termasuk topi hitam dan T-shirt hitam dan abu-abu. Pelaku kemudian membuang tubuh korban di semak-semak di luar pusat perbelanjaan Polaris. Tubuh korban ditemukan oleh pekerja sekitar pada pukul 07.00 pagi.

Polisi mengatakan pembunuhnya meninggalkan petunjuk dan kemungkinan berlumuran darah setelah serangan itu. Namun, polisi menolak berkomentar tentang bagaimana korban dibunuh atau mengungkap senjata yang digunakan pelaku.

Inspektur Detektif Andrew Stamper mengatakan;”Serangan yang benar-benar mengerikan dan acak.” Menurutnya, serangan itu menimpa seorang anggota komunitas yang sama sekali tidak bersalah.

“Tidak ada di latar belakang korban yang menunjukkan bahwa ini adalah orang yang dikenal (pelaku),” katanya.

“Jadi ya, sayangnya, anggapan pada tahap ini adalah ini adalah serangan acak dan oportunistik,” ujarnya, seperti dikutip news.com.au.

Ayah korban, Saeed Maasarwe, tiba di Melbourne pada hari Kamis untuk mengidentifikasi tubuh korban. Dia membuat pernyataan sembari menangis di lokasi di mana tubuh putrinya ditemukan.

“Dia sangat mencintai kota dan universitas ini,” katanya.

“Saya punya rencana untuk datang pada akhir Januari untuk menemaninya berlibur bersama saudara perempuannya, kakak perempuannya, untuk menemaninya selama dua minggu atau 10 hari.” ujarnya. “Kami ingin pergi ke banyak tempat di Australia.”

(mas)