Penampakan Okhotnik-B, Drone Siluman Rusia yang Bisa Bawa 2 Ton Bom

loading…

Penampakan Okhotnik-B, drone siluman Rusia, di landasan pacu bersalju di Siberia. Foto/Instagram/Express.co.uk

MOSKOW – Sebuah kendaraan udara nirawak (UAV) atau drone siluman Rusia yang selama ini dirahasikan terlihat berada di lapangan terbang terpencil di Siberia. UAV itu dikenal dengan nama Okhotnik-B yang diklaim mampu membawa 2 ton bom untuk misi tempur.

Drone
pembom siluman itu terlihat di landasan pacu bersalju di Siberia. Kendaraan udara dengan desain bersayap dan tanpa ekor ini dilaporkan memiliki mesin jet dan mampu mengembangkan kecepatan lebih dari 500 mph pada ketinggian hampir 40.000 kaki.

Okhotnik-B yang dianggap sebagai drone tempur generasi keenam Rusia telah menjalani tes pada musim panas lalu dan diperkirakan akan terbang untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu ke depan.

Panglima militer Moskow berharap untuk menggunakan pembom itu untuk menghancurkan pertahanan anti-pesawat dari atas.

Baca Juga:

Pada tahun lalu, Wakil Mengeri Pertahanan Alexei Krivoruchko mengatakan; “Tahun depan, Okhotnik akan memasuki uji coba.”

“Pekerjaan pada proyek ini adalah prioritas dan sedang berjalan pada tingkat yang baik. Pada musim semi, kami mengharapkan penerbangan pertama drone ini. Ini adalah tugas serius bagi kami,” ujarnya.

“Pekerjaan pada kendaraan udara tak berawak jarak jauh yang berat sedang dalam tahap akhir. Secara khusus, pekerjaan telah selesai untuk membuat prototype yang akan memulai uji terbang tahun ini,” paparnya.

“Pekerjaan sedang dilakukan di Chkalov Aviation Plant yang berbasis di Novosibirsk,” imbuh dia.

UAV siluman ini melakukan ground run pertamanya di landasan pacu Novosibirsk November lalu.

“Uji coba model UAV Okhotnik berjalan pertama di landasan pacu Novosibirsk Aircraft Production Plant, mengumpulkan kecepatan 125 mph sesuai dengan program uji coba. Lepas landas tidak dilakukan,” kata sumber di industri penerbangan tersebut, yang dikutip Express.co.uk, Minggu (27/1/2019).

“Okhotnik melakukan ground run, akselerasi, dan penghentian di ujung landasan dalam mode otomatis penuh,” ujarnya.

Rusia memiliki sejumlah drone yang beroperasi tetapi telah menghindari pembuatan drone tempur di masa lalu karena masih mengandalkan armada pesawat pembom Sukhoi yang terjangkau untuk serangan udara di Suriah.

(mas)