PBB Desak Rusia dan AS Duduk Satu Meja untuk Selamatkan INF

loading…

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres telah meminta Rusia dan Amerika Serikat agar tidak berupaya untuk menjaga Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah. Foto/Istimewa

NEW YORK – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres telah meminta Rusia dan Amerika Serikat (AS) agar tidak berupaya untuk menjaga Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) dan untuk duduk di meja perundingan untuk memperpanjang Perjanjian “New START”.

Berbicara saat menggelar konferensi pers di markas PBB di New York, Guterres mengatakan posisi PBB sangat jelas, yakni mereka percaya sangat penting bahwa perjanjian yang diteken pada masa perang dingin itu untuk dipertahankan.

“Kami memahami bahwa ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab dan sangat mendorong para pihak untuk membahas pertanyaan-pertanyaan itu agar memiliki pandangan yang sama tentang apa yang sebenarnya dikatakan perjanjian itu, agar perjanjian itu dapat dilestarikan,” kata Guterres, seperti dilansir Tass pada Minggu (20/1).

Baca Juga:

Di kesempatan yang sama, pemimpin PBB itu juga mengingatkan akan ada perjanjian penting lainnya antara Rusia dan AS, yakni Perjanjian “New START”, yang masa berlakunya akan habis pada tahun 2021.

“New START” adalah perjanjian pengurangan senjata nuklir antara AS dan Rusia dengan nama resmi Tindakan untuk Pengurangan Lebih Lanjut dan Pembatasan Senjata Ofensif Strategis. Perjanjian ini diteken pada tahun 2010 di Praha, Ceko.

“Di sisi lain, ada perjanjian lain “New Start” yang harus diperbaharui pada tahun 2021. Dan saya pikir sangat penting bahwa Rusia dan AS mengadakan negosiasi tepat waktu untuk memastikan perjanjian ini diperbarui. Sangat penting bahwa arsitektur perjanjian yang ada akan dilestarikan dan jika mungkin diperbaiki,” tegas Guterres.

(esn)