Paus Franciskus Khawatir Terjadi Pertumpahan Darah di Venezuela

loading…

Paus Franciskus mengatakan ia takut akan pertumpahan darah di Venezuela dan sebut erlalu dini baginya untuk memihak, karena hal itu dapat menyebabkan kerusakan. Foto/Reuters

VATIKAN – Pemimpin Vatikan, Paus Franciskus mengatakan bahwa ia takut akan pertumpahan darah di Venezuela. Dia lalu menyebut terlalu dini baginya untuk memihak, karena hal itu dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan.

Berbicara saat menggelar konferensi pers pasca melakukan kunjungan ke Panama, Paus Francis mengatakan, saat ini dia mendukung warga Venezuela. Dia kemudian berharap tidak terjadi pertumpahan darah di Venezuela, karena itu hanya akan membuat situasi semakin rumit.

“Pada saat ini, saya mendukung semua orang Venezuela, karena mereka adalah orang yang menderita. Saya turut menderita atas apa yang terjadi di Venezuela,” ucap Paus Francis, seperti dilansir Reuters pada Senin (28/1).

Baca Juga:

“Apa yang membuat saya takut? Pertumpahan darah. Masalah kekerasan membuat saya takut. Setelah semua upaya yang dilakukan di Kolombia, apa yang terjadi di akademi kepolisian sangat mengerikan. Pertumpahan darah tidak menyelesaikan apa-apa,” sambungnya.

Ketika ditanya mengapa dia belum mau menentukan sikap akan memihak kepada siapa. Pemimpin Vatikan itu menyatakan, itu tidak akan menempatkan pada posisi yang dapat membantu proses damai di Venezuela.

“Jika saya berkata, dengarkan negara-negara ini atau dengarkan negara-negara itu. Saya akan menempatkan diri saya dalam peran yang tidak saya ketahui, itu akan menjadi kecerobohan pastoral bagi saya dan saya akan menyebabkan kerusakan,” tukasnya.

(esn)