Oposisi Venezuela Desak Inggris Tak Serahkan Emas Rp18 T ke Maduro

loading…

Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang saat ini tidak diakui kepemimpinannya oleh negara-negara Barat. Foto/REUTERS

CARACAS – Juan Guaido, pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai presiden Venezuela mendesak pemerintah Inggris untuk mencegah Presiden Nicolas Maduro mengakses cadangan emas yang disimpan di Bank of England. Nilai emas yang disimpan di bank itu telah melonjak menjadi USD1,3 miliar atau lebih dari Rp18 triliun.

Desakan itu disampaikan melalui surat yang ditulis partainya, Partai Popular Will (VP), pada hari Minggu.

Nicolas Maduro telah ditolak oleh sejumlah besar besar negara-negara Barat dan beberapa negara Amerika Latin yang menuduhnya merusak demokrasi. Saat ini semakin banyak negara yang mengakui Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.

Baca Juga:

Sejak tahun lalu pemerintah Maduro telah berusaha untuk memulangkan emas negaranya dari Bank of England. Dia khawatir cadangan emas itu terperangkap dalam sanksi internasional terhadap pemerintahannya.

Nilai cadangan emas Venezuela yang disimpan di Inggris melonjak dari USD1,2 miliar menjadi sekitar USD1,3 miliar setelah bank sentral Venezuela menutup kesepakatan pertukaran emas dengan Deutsche Bank. Hal itu diungkap sumber yang mengetahui masalah itu kepada Reuters.

Dalam surat yang ditujukan kepada Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Gubernur Bank of England Mark Carney, Guaido mengatakan pejabat pemerintah Maduro berusaha untuk menjual emas dan memindahkan hasilnya ke bank sentral Venezuela.

“Saya menulis untuk meminta Anda menghentikan transaksi tidak sah ini,” tulis Guaido, yang dikutip Senin (28/1/2019).

“Jika uang itu ditransfer…itu akan digunakan oleh rezim Nicolas Maduro yang tidak sah dan kleptokratis untuk menindas dan bertindak brutal pada orang-orang Venezuela.”

Kantor Bank of England dan May belum bersedia menanggapi permintaan komentar yang diajukan wartawan. Di masa lalu, bank itu telah menolak untuk mengomentari pertanyaan tentang emas Venezuela dengan alasan privasi klien.

Bank sentral Venezuela juga belum bersedia menanggapi permintaan komentar.

Kehilangan emas akan menjadi pukulan signifikan bagi keuangan negara, karena akan merusak kemampuannya untuk mendapatkan mata uang keras untuk mengimpor barang-barang mulai dari makanan, obat-obatan, onderdil mobil hingga barang-barang elektronik.

Venezuela sedang berjuang di bawah hiperinflasi yang sekarang mendekati 2 juta persen setiap tahun. Keruntuhan ekonomi yang luas telah memicu eksodus sekitar tiga juta orang sejak 2015.

Pada hari Minggu, Israel bergabung dengan sejumlah negara yang mendukung Guaido, 35, sebagai pemimpin baru Venezuela. Pada hari yang sama, pemerintahan Presiden Donald Trump menerima tokoh oposisi Venezuela Carlos Alfredo Vecchio sebagai perwakilan diplomatik negara itu di Amerika Serikat.

Amerika Serikat pada Sabtu meminta dunia untuk memihak pada Venezuela dengan pemimpin yang baru dan mendesak negara-negara di dunia untuk memutuskan hubungan finansial dengan pemerintah Maduro.

(mas)