Meski Tegang, Venezuela Yakin Perang Tak Akan Pecah di Amerika Latin

loading…

Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza. Foto/REUTERS/Ueslei Marcelino

CARACAS – Krisis politik di Venezuela telah memicu kebijakan luar negeri negara-negara Amerika Latin berseberangan. Namun, Caracas masih yakin perang mustahil pecah di kawasan itu karena semangat perdamaian sangat tinggi.

“Terlepas dari beberapa keinginan pemerintah (asing) untuk terlibat dalam konflik, perang, itu tidak akan terjadi. Ada semangat perdamaian yang besar antara negara-negara Amerika Latin,” kata Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza kepada Sputnik, yang dilansir Jumat (25/1/2019).

Kendati demikian, dia tidak mengesampingkan upaya pihak asing untuk menggunakan tentara bayaran dan unit bersenjata untuk memanaskan situasi.

Baca Juga:

Menlu Arreaza menambahkan bahwa negara-negara asing yang telah mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden interim Venezuela mengikuti instruksi Amerika Serikat (AS).

“Seperti kata pepatah, Anda perlu tahu siapa penguasa sirkus, Presiden (Nicolas) Maduro memutuskan hubungan (diplomatik) dengan master sirkus, dengan Amerika Serikat,” kata Arreaza.

Arreaza berharap kepemimpinan negara-negara Amerika Latin akan menghormati rakyatnya dan rakyat Amerika Latin.

“Tetapi jika ini tidak terjadi, maka akan jelas bagi kami bahwa lawan bicara utama berbicara untuk semua orang, yaitu pemerintah di Washington,” kata Arreaza.

Selama beberapa hari terakhir, Venezuela telah dilanda protes massa anti-pemerintah. Pada hari Rabu, pemimpin oposisi yang juga ketua Parlemen, Juan Guaido, menyatakan dirinya sebagai presiden interim Venezuela.

Amerika Serikat, Argentina, Brasil, Kanada, Chili, dan Kolombia, telah mengakui Guaido sebagai presiden interim negara kaya minyak itu. Namun, Rusia, China, Turki dan Meksiko menyatakan dukungannya kepada presiden petahana Nicolas Maduro.

(mas)