Menuai Protes, Museum Israel Akan Turunkan Patung ‘McJesus’

loading…

Keberadaan patung McJesus menyulut aksi demonstrasi umat Kristen di Israel. Foto/Reuters

HAIFA – Sebuah museum Israel berencana untuk menurunkan sebuah patung yang menggambarkan maskot McDonald sebagai Yesus yang disalib. Ini menyusul protes yang menyatukan minoritas Kristen di negara itu, menteri budaya kerakyatan dan seniman pro-Palestina.

Wali Kota Haifa Yahudi-Arab mengatakan patung itu akan dikeluarkan dari pameran setelah berkonsultasi dengan para pemimpin gereja.

“Patung itu akan dipindahkan dan dikembalikan sesegera mungkin,” tweeted Einat Kalish Rotem.

Baca Juga:

“Kami menyesalkan sakit hati yang dialami komunitas Kristen dan cedera fisik serta kekerasan yang mengiringinya,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (17/1/2019).

Namun ia tidak mengatakan kapan patung itu akan diturunkan, tetapi patung itu akan dikembalikan ke museum Finlandia yang meminjamkannya tahun lalu pada akhir bulan.

Pihak lain melihat keputusan itu kesempatan untuk rekonsiliasi.

“Pemenang hari ini adalah orang-orang Haifa,” kata Wadie Abu Nassar, seorang penasihat pemimpin gereja setempat.

“Penurunan patung ini adalah refleksi keinginan kita untuk hidup berdampingan di kota,” imbuhnya.

Patung yang menunjukkan badut Ronald McDonald di kayu salib telah menjadi pusat pameran tentang konsumerisme dan agama. Karya lainnya menggambarkan Yesus dan Perawan Maria sebagai boneka anak-anak Ken dan Barbie.

Protes menjadi kekerasan pada hari Jumat. Polisi mengatakan mereka menangkap satu orang karena dicurigai melakukan penyerangan dan sedang mencari dua orang lainnya yang melemparkan bom ke Museum Seni Haifa.

Tiga petugas polisi terluka ketika puluhan pengunjuk rasa mencoba memasuki museum dengan paksa, kata polisi. Panel kaca di sepanjang pintu masuknya hancur. Protes berlanjut pada hari Sabtu.

“Saya keberatan dengan patung memalukan ini,” kata Nicola Abdo, seorang warga dan pemrotes Haifa.

“Sebagai orang Kristen aku sangat tersinggung dengan penggambaran simbol-simbol kita ini,” sambungnya.

Orang-orang Arab Kristen, yang membentuk sekitar 2 persen dari populasi negara mayoritas Yahudi itu, menemukan sosok yang diidolakan karena kemarahan mereka pada diri Menteri Kebudayaan Miri Regev. Regev mengecam patung yang disebut sebagai karya seni itu dengan menganggapnya sebagai pro Palestina yang membuatnya menjadi kesayangan pejuang hak-hak Israel.

Regev bahkan mengancam akan memotong dana negara ke museum. Namun, Kementerian Kehakiman Israel “menamparnya” dengan alasan ia tidak memiliki otoritas seperti itu.

Pemahat McJesus, Jani Leinonen, dari Finlandia, juga menuntut pameran itu tidak digelar saat ia memboikot Israel dalam solidaritas dengan Palestina.

Baca: Patung ‘McJesus’ Picu Demo Umat Kristen di Israel

(ian)