Menteri Pertahanan Venezuela Bersumpah Setia kepada Maduro

loading…

Presiden Nicolas Maduro. Foto/Istimewa

CARACAS – Komandan militer dan Menteri Pertahanan Venezuela menyatakan kesetiaannya kepada Presiden Nicolas Maduro. Ikrar setia itu diucapkan sehari setelah pemimpin oposisi menyatakan dirinya sebagai presiden sementara dalam pemberontakan terbuka terhadap rezim.

Dalam pakaian seragam militer dan diapit oleh anggota komando tinggi militer, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa Maduro adalah pemimpin sah negara itu. Ia juga menyatakan bahwa Washington dan kekuatan regional lainnya berusaha untuk melumpuhkan pemerintah progresif yang membuat mereka tidak nyaman.

“Kami tidak akan tunduk pada intervensi asing atau pemerintah yang tidak dipilih oleh rakyat,” kata Padrino dalam pidato yang disiarkan oleh stasiun televisi negara VTV, seperti dikutip dari CNN, Jumat (25/1/2019).

Baca Juga:

Beberapa saat sebelum Padrino berbicara, VTV menyiarkan pesan dukungan dari delapan komandan regional Venezuela dari pos-pos militer mereka di seluruh negeri.

Dengan adanya dua presiden yang mendapat dukungan dari kekuatan asing dan kerusuhan di jalan-jalan, Venezuela menghadapi krisis politik yang meningkat di atas masalah ekonomi yang mendalam.

Kepala badan legislatif yang dipimpin oposisi, Juan Guaido, menyatakan dirinya bertindak sebagai presiden pada Rabu atau Kamis waktu Indonesia di tengah protes anti-pemerintah besar-besaran. Ia secara terbuka menentang Presiden sosialis Nicolas Maduro, yang lawan-lawannya mengatakan secara tidak sah terpilih untuk masa jabatan kedua.

Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan setidaknya 11 negara Amerika Latin, mengatakan mereka mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden. Sementara Rusia, China dan sejumlah negara lainnya mendukung Maduro. Kedua belah pihak menyiapkan panggung untuk perjuangan masa depan Venezuela baik di dalam maupun di luar negara Amerika Selatan.

Maduro menangkap pengakuan AS atas Guaido, menuduh Amerika Serikat mendukung upaya kudeta dan mengumumkan bahwa ia memutuskan hubungan politik dan diplomatik dengan Washington. Ia pun memberi diplomat AS waktu 72 jam untuk meninggalkan negara itu.

Baca: Venezuela-AS Putus Hubungan, Maduro Usir Diplomat Washington

Langkah profil tinggi Maduro berikutnya mungkin akan datang pada Kamis atau Jumat, ketika ia diharapkan untuk berbicara di Mahkamah Agung Venezuela, di mana ia memiliki dukungan.

(ian)