Mahathir: Malaysia Tolak Atlet Israel karena dari Negara Penjahat

loading…

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Foto/The Star

WINA – Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad menegaskan kembali bahwa Malaysia tidak dapat menerima atlet Israel karena mereka berasal dari negara “penjahat”. Pemimpin 93 tahun ini mengatakan orang-orang yang tidak diinginkan masuk ke negaranya harus dijauhkan, termasuk mereka yang dicurigai sebagai teroris dan sejenisnya.

“Kami tidak ingin ada hubungannya dengan mereka (Israel), termasuk orang-orang mereka. Jika mereka ingin bersaing dalam olahraga, mereka dapat pergi ke negara lain,” katanya.

“Tetapi untuk Malaysia, mereka datang dari negara penjahat, dan kami tidak bisa menerimanya,” ujarnya.

Baca Juga:

“Setiap negara memiliki hak untuk menerima atau menolak masuk orang lain. Kami memiliki hak itu dan kami harus menggunakan hak itu,” imbuh dia kepada wartawan setelah menyampaikan pidato utama di International Association of Anti-Corruption Authorities (IAACA) di Vienna International Centre (VIC) pada hari Selasa (22/1/2019).

Dia mengatakan bahwa para atlet Israel berasal dari negara yang melakukan apa yang disukainya, termasuk membangun pemukiman di wilayah orang lain.

“Mereka telah menyerbu kapal kami yang membawa bantuan kepada orang-orang Gaza, ada banyak hal lain yang dilakukan oleh Israel yang bertentangan dengan hukum dan moral internasional,” paparnya, yang dikutip Bernama.

Mengenai korupsi, Mahathir mengatakan para pemimpin harus dipilih dengan baik dan jika ada tanda-tanda bahwa seorang pemimpin itu korup, tindakan harus diambil untuk menyingkirkan orang tersebut.

Mahathir telah menyuarakan sentimen yang sama ketika menghadiri International Conference on the Emergence of Africa III (ICEA-III) di Dakar, Senegal, pekan lalu.

Israel keberatan dengan sikap Malaysia yang melarang para atlet renangnya bersaing di Kejuaraan Para Renang Dunia 2019, yang dijadwalkan diadakan di Kuching pada Juli mendatang.

Malaysia selama ini telah menjadi kritikus blakblakan terhadap Israel atas kekejamannya terhadap rakyat Palestina.

(mas)