Lebanon Tangkap Agen Mossad karena Coba Bunuh Pejabat Hamas

loading…

Logo khas badan intelijen Israel, Mossad. Foto/REUTERS

BEIRUT – Militer Lebanon pada hari Selasa mengatakan bahwa pihaknya telah menangkap seorang agen mata-mata Mossad Israel atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap seorang pejabat Hamas di wilayah selatan negara tersebut. Upaya pembunuhan itu gagal.

Percobaan pembunuhan itu terjadi 12 Januari 2018. Pada saat itu, pejabat keamanan Hamas; Mohammed Hamdan, terluka di bagian kakinya dalam ledakan bom mobil di kota pelabuhan Sidon, Lebanon selatan.

Lebanon dan Hamas menyalahkan Israel atas serangan itu. Beberapa hari setelah ledakan tersebut, otoritas Beirut mengatakan mereka telah menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam pemboman mobil.

Baca Juga:

Sebuah pernyataan pada saat itu mengatakan; “Pria yang ditangkap adalah salah satu pelaku utama kejahatan, yang mengaku ditugaskan oleh intelijen Israel”.

Pada hari Selasa militer Lebanon mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang tersangka pria kedua yang melakukan spionase sebelum pemboman tahun lalu juga telah ditangkap.

“Tersangka kedua telah mengaku menjadi agen Mossad sejak 2014,” bunyi pernyataan militer Lebanon, yang dilansir Times of Israel, Rabu (23/1/2019). Pernyataan itu tidak merinci kebangsaannya tersangka.

Hamas yang berkuasa di Gaza telah berperang tiga kali dengan Israel dalam satu dekade terakhir. Namun, kelompok itu juga mengoperasikan cabangnya di Lebanon dan di tempat lain di wilayah tersebut.

Libanon juga menjadi rumah bagi puluhan ribu pengungsi Palestina. Banyak dari mereka tinggal di 12 kamp di seluruh negeri, dengan yang terbesar kamp Ain al-Hilweh di dekat kota pelabuhan Sidon.

(mas)