Korsel-AS Temui Jalan Buntu Soal Pendanaan Pasukan

loading…

Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan menemui jalan buntu dalam pembicaraan mengenai pendanaan pasukan AS yang ditempatkan di Korsel. Foto/Istimewa

SEOUL – Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan menemui jalan buntu dalam pembicaraan mengenai pendanaan pasukan AS yang ditempatkan di Korsel. Kebuntuan disebabkan oleh permintaan AS agar Korsel meningkatkan pendanaan hingga 50 persen.

Meskipun ada 10 putaran pembicaraan sejak Maret, keduanya gagal mencapai kesepakatan untuk mengganti kesepakatan 2014 yang berakhir tahun lalu, yang mengharuskan Korsel membayar sekitar USD 848 juta per tahun untuk menjaga sekitar 28 ribu tentara AS di sana.

Seorang anggota Parlemen Korsel mengatakan, di pertemuan terakhir mereka pada bulan Desember, Amerika Serikat mengajukan permintaan tiba-tiba bahwa Korsel membayar lebih dari USD 1 miliar per tahun atau sekitar 1,5 kali lipat dari kontribusinya saat ini.

Baca Juga:

Adanya permintaan tiba-tiba ini dibenarkan oleh Menteri Luar Negeri Korsel, Kang Kyung-wha. “Negosiasi menemui jalan buntu. Sisi AS tiba-tiba membuat proposal pada tahap terakhir yang sulit untuk kami terima,” ucap Kang, seperti dilansir Reuters pada Selasa (22/1).

Namun, Kang menolak untuk menyebutkan angka. Dia hanya mengatakan ada perbedaan yang sangat besar dalam posisi antara kedua negara. “Kami akan berupaya mencapai kesepakatan yang masuk akal, terjangkau, dan dapat dijelaskan kepada Majelis Nasional dan rakyat,” ungkapnya.

Presiden AS, Donald Trump sendiri telah berulang kali mengatakan bahwa Korsel, tempat AS menempatkan tentara sejak Perang Korea1950-1953, harus menanggung lebih banyak biaya.

Sementara itu, Militer AS telah memperingatkan warga Korsel yang bekerja pangkalan udara AS, bahwa mereka mungkin akan diberhentikan dari pertengahan April jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

(esn)