Korban Tewas Akibat Ledakan Pipa Bahan Bakar di Meksiko Jadi 66

loading…

Jumlah korban tewas akibat ledakan pipa bahan bakar di Meksiko merangkak naik jadi 66. Foto/Istimewa

TLAHUELILPAN – Korban tewas akibat ledakan pipa bahan bakar di Meksiko merangkak naik jari 66. Diduga pipa tersebut meledak akibat ulah pencuri bahan bakar. Ini merupakan salah satu insiden terburuk yang menghantam infrastruktur minyak Meksiko yang bermasalah selama bertahun-tahun.

Pada konferensi pers bersama dengan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, Gubernur Negara Bagian Hidalgo Omar Fayad mengatakan, 66 orang tewas dan 76 orang terluka dalam ledakan yang terjadi pada Jumat malam di kota Tlahuelilpan ketika penduduk setempat berusaha mengisi ember dan drum dengan bahan bakar.

Presiden Obrador meluncurkan tindakan tegas terhadap pencurian bahan bakar pada 27 Desember. Ia juga memerintahkan jaringan pipa ditutup sementara untuk menghentikan keran ilegal yang menghabiskan miliaran dolar dari perusahaan minyak negara yang dililit utang, Petroleos Mexicanos (Pemex).

Baca Juga:

Video di media sosial menunjukkan orang-orang mengisi ember dari pipa selama siang hari di hadapan tentara. Tetapi Lopez Obrador, yang bersumpah untuk melanjutkan tindakan keras terhadap pencurian bahan bakar, membela para tentara dari pertanyaan mengapa tentara gagal mencegah tragedi itu terjadi.

“Kami tidak akan memadamkan api dengan api,” katanya.

“Kami berpikir bahwa orang-orang baik, jujur, dan jika kami telah mencapai ekstrem ini itu karena mereka ditinggalkan,” sambungnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (20/1/2019).

Mendukung komentar yang dibuat sebelumnya oleh menteri keamanan publiknya, Lopez Obrador mengatakan tentara telah bertindak benar menghindari konfrontasi karena sejumlah orang yang mencari keuntungan dari bahan bakar gratis di situs pipa.

Prioritasnya, katanya, adalah untuk memberantas masalah-masalah sosial dan kurangnya kesempatan yang mendorong orang untuk mempertaruhkan hidup mereka dengan bahan bakar beberapa liter yang nilainya lebih dari upah minimum harian di Meksiko.

Kerabat korban berdiri berdempetan, beberapa dari mereka menangis, setelah ledakan besar. Banyak dari mereka buru-buru menyedot bahan bakar dan kekacauan akibat ledakan terekam kamera ponsel dan mulai menyebar dengan cepat di media sosial.

Pekerja konstruksi David Lozada (35) mencari saudara lelakinya yang hilang, Jesus Manuel yang berusia 34 tahun.

“Aku datang mencarinya ketika api masih menyala,” katanya.

“Tapi kita tetap di sisi ini kita tidak bisa sampai di sini. Karena panasnya api dan para prajurit tidak mengizinkan kami. Teman-temannya menegaskan bahwa dia ada di sekitar sini,” imbuhnya.

Jaksa federal utama Meksiko Alejandro Gertz mengatakan saluran pipa itu disadap dengan sengaja, tetapi penyelidikan mengenai hal itu sangat rumit karena semua orang di lokasi ledakan meninggal.

Segera setelah pemerintah mengatakan kobaran api telah padam, tayangan TV menunjukkan ketegangan antara pihak berwenang yang menjaga situs dengan penduduk terkait korban tewas.

Lopez Obrador mengatakan keputusannya untuk menutup jaringan pipa untuk memerangi kejahatan telah sangat mengurangi pencurian. Namun, itu memicu kekhawatiran bagi perekonomian, serta memicu kekurangan bahan bakar di Meksiko tengah, termasuk Hidalgo.

(ian)