Kolombia Mengaku Tak Paham Soal Catatan Bolton

loading…

Kolombia mengaku tidak paham dengan maksud dari catatan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John Bolton. Foto/Reuters

BOGOTA – Kolombia mengaku tidak paham dengan maksud dari catatan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John Bolton. Bogota menegaskan bahwa mereka akan bergantung pada politik dan diplomasi dalam krisis Venezuela.

“Saya tidak tahu pentingnya dan alasan di balik memo John Bolton. Kami hanya akan bertindak secara politik dan diplomatik dalam berurusan dengan Venezuela,” kata Menteri Luar Negeri Kolombia,Carlos Holmes, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (29/1).

Bolton memicu kegemparan di media sosial setelah muncul di briefing Gedung Putih dengan memegang buku catatan bertuliskan “5.000 tentara ke Kolombia”. Tulisan itu memicu spekulasi bahwa Amerika ingin mengivasi Venezuela.

Baca Juga:

Bolton selama ini menyatakan semua opsi untuk Venezeual ada di atas meja. Sedangkan Presiden Donald Trump diam-diam sudah berdiskusi dengan senator terkemuka dari Partai Republik Lindsey Graham soal kemungkinan invasi militer terhadap rezim Nicolas Maduro di Caracas.

Buku catatan warna kuning bertuliskan “5.000 tentara ke Kolombia” itu dipegang Bolton ketika dia Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengumumkan sanksi baru sanksi terhadap Venezuela.

Kolombia sendiri berbagi perbatasan darat sepanjang 2.200 km dengan Venezuela dan telah memihak AS dalam tekanan terhadap pemerintah Presiden Nicolas Maduro di Venezuela. Baru-baru ini, Kolombia mendukung Juan Guaido, pemimpin oposisi yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela.

(esn)