Jet Tempur Siluman SU-57 Rusia Diproduksi Serial Tahun 2020

loading…

Pesawat jet tempur siluman generasi kelima Rusia, Su-57 atau T-50 saat dipamerkan MAKS International Aviation and Space Salon di Zhukovsky 17 Agustus 2011. Foto/REUTERS/Sergei Karpukhin

MOSKOW – Sukhoi Su-57, pesawat jet tempur siluman generasi kelima Rusia, akan diproduksi secara serial tahun 2020. Produsennya, United Aircraft Corporation (UAC), dilaporkan akan meneken kontrak untuk memproduksi 13 unit.

Selama ini UAC diketahui baru memproduksi dua unit Su-57 untuk militer Moskow. Sejak itu, pengembangannya menjadi misteri karena tidak diikuti dengan produksi massal. Hal itu memicu spekulasi media-media Barat bahwa ada masalah dalam pengembangan jet tempur yang diandalkan Moskow sebagai lawan jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat (AS).

“Pada tahun 2020, kami berencana untuk menandatangani kontrak kedua untuk memproduksi dan mengirimkan 13 jet tempur Su-57, beberapa di antaranya dilengkapi dengan mesin tahap kedua,” kata sumber di industri penerbangan militer Rusia seperti dikutip kantor berita TASS, 16 Januari 2019. “Kerangka waktu awal untuk kontrak baru adalah lima tahun,” lanjut sumber tersebut.

Baca Juga:

Dua pesawat Su-57 yang telah dibuat dijadwalkan akan dikirim ke Angkatan Udara Rusia pada 2019 dan 2020. “Sejalan dengan kontrak yang ditandatangani pada tahun 2018, satu jet Su-57 dengan mesin tahap pertama akan dikirimkan tahun ini, pesawat lain yang menampilkan jenis mesin yang sama pada tahun 2020,” imbuh sumber tersebut.

Awalnya, Kementerian Pertahanan Rusia diperkirakan akan menandatangani kontrak dengan UAC untuk pengadaan batch pra-produksi awal 12 unit Su-57 pada akhir 2018. Namun, prediksi itu meleset tanpa ada penjelasan dari produsen maupun militer Moskow.

Kementerian Pertahanan juga pernah mengumumkan pada 2018 bahwa mereka tidak akan memproduksi secara massal jet tempur Su-57.

Saat ini ada 10 prototype Su-57 yang menjalani berbagai tahap pengujian dan evaluasi. Masih belum jelas apakah Su-57 dapat benar-benar diklasifikasikan sebagai jet tempur generasi kelima dalam konfigurasi saat ini atau tidak.

Sekadar diketahui, sembilan dari 10 prototype Su-57 dilengkapi dengan turunan dari mesin Saturnus AL-41F1S buatan Rusia. AL-41F1 adalah mesin pesawat tua yang juga dipasang pada Sukhoi Su-35S Flanker-E. Belum jelas mengapa jet tempur itu tidak menggunakan mesin baru yang lebih canggih.

Masalah mesin itulah yang diduga menjadi salah satu alasan utama penundaan produksi serial Su-57.

Su-57 direncanakan akan membawa beberapa sistem senjata Rusia yang paling canggih termasuk rudal jelajah taktis Kh-35UE yang diperluas jangkauannya serta rudal jelajah supersonik berkemampuan nuklir BrahMos-A.

(mas)