Israel Sebut Larangan Malaysia terhadap Atletnya Memalukan

loading…

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Foto/The Star

KUALA LUMPUR – Israel mengecam larangan Malaysia atas partisipasi para atlet Israel dalam acara olahraga internasional yang diselenggarakannya. Rezim Zionis itu menyebut tindakan Malaysia memalukan.

Pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan larangan itu terinspirasi oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang dianggap sebagai sosok anti-Semitisme yang fanatik.

Malaysia, negara mayoritas Muslim yang tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, mengumumkan akan melarang warga Israel dari acara apa pun di negara Asia Tenggara itu. Sebelumnya, negara tersebut melarang atlet Israel dari kejuaraan Para Renang Dunia Juli mendatang.

Baca Juga:

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon meminta Komite Paralimpiade Internasional, yang menyelenggarakan kompetisi, untuk mengubah lokasi kejuaraan jika tidak dapat membujuk Malaysia untuk mencabut larangannya.

“Ini memalukan dan benar-benar menentang semangat Olimpiade,” bunyi pernyataan Nashon, seperti dikutip Reuters, Jumat (18/1/2019).

“Israel mengutuk keputusan itu, yang diilhami tanpa ragu oleh sikap anti-Semitisme fanatik PM Malaysia Mahathir (Mohamad),” lanjut pernyataan tersebut.

Mahathir Mohamad, 93, selama puluhan tahun dituduh bersikap anti-Semitisme karena serangannya terhadap orang-orang Yahudi. Dalam sebuah wawancara BBC pada Oktober lalu, dia menggambarkan orang-orang Yahudi sebagai “berhidung kail” dan menyalahkan mereka atas masalah di Timur Tengah.

Komite Paralimpiade Internasional (IPC) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya sangat kecewa dengan sikap pemerintah Malaysia. Dewan pengurus IPC akan membahas masalah ini pada sebuah pertemuan di London minggu depan.

Ribuan orang di Malaysia dan publik Indonesia turun ke jalan Desember lalu untuk memprotes keputusan Washington yang secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Palestina menginginkan Yerusalem Timur, yang diduduki Israel dalam perang Timur Tengah 1967, sebagai ibu kota masa depan negara mereka.

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah mengatakan pada hari Rabu bahwa Malaysia akan terus mengambil posisi yang kuat pada nasib rakyat Palestina. “Ini tentang pertempuran atas nama yang tertindas,” katanya.

Atlet Israel telah dilarang di masa lalu oleh negara-negara yang tidak mengakui Israel. Mereka juga berkompetisi di acara-acara di negara-negara Arab tanpa simbol nasional, yang biasanya di bawah bendera federasi olahraga yang menjalankan acara tersebut.

Tahun lalu, atlet Israel berpartisipasi dalam kompetisi Judo di Abu Dhabi di bawah bendera mereka sendiri untuk pertama kalinya. Menteri Olahraga Israel Miri Regev menangis di samping podium ketika lagu kebangsaan Israel dilantunkan setelah seorang atlet Israel memenangkan medali emas.

(mas)