Israel Ikut-ikutan Akui Pemimpin Oposisi sebagai Presiden Venezuela

loading…

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/REUTERS

TEL AVIV – Pemerintah Israel ikut mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden negara tersebut. Sebelumnya, rezim Zionis menahan diri untuk berkomentar atas krisis di negara kaya minyak itu dengan mempertimbangkan nasib komunitas Yahudi di sana.

Guaido adalah Kepala Majelis Nasional (Parlemen) yang sudah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela sampai pemilu terbaru digelar. Parlemen di negara itu dikendalikan oleh oposisi.

Deklarasi Guaido membuat negara yang pernah dipimpin Hugo Chavez itu memiliki dua presiden. Sebab, kandidat presiden petahana Nicolas Maduro telah lebih dulu diambil sumpah untuk menjadi presiden selama enam tahun ke depan setelah partainya memenangkan pemilu tahun lalu.

Baca Juga:

Pemilu itu diboikot oposisi dengan alasan sarat kecurangan. Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya juga tak mengakui pemilu yang dimenangkan Maduro.

Pengakuan Israel disampaikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Minggu dalam sebuah pernyataan video.

“Israel bergabung dengan Amerika Serikat, Kanada, sebagian besar negara-negara Amerika Latin dan negara-negara di Eropa dalam mengakui kepemimpinan baru di Venezuela,” kata Netanyahu di video yang telah dipublikasikan di halaman Facebook-nya, seperti dikutip Reuters, Senin (28/1/2019).

Pada hari Sabtu, Perancis, Jerman, Spanyol dan Inggris meminta Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk menggelar pemilu baru yang bebas dan transparan. Jika dia gagal melakukannya dalam waktu delapan hari, mereka mengancam akan mengakui Juan Guaido sebagai presiden interim negara itu.

Namun, Maduro menolak keras ultimatum negara-negara Eropa tersebut. Menurutnya, pemilu telah digelar tahun lalu dan partainya sebagai pemenang yang sah.

Situasi politik di Venezuela telah memanas sejak awal pekan lalu setelah pada hari Selasa Majelis Nasional menyatakan bahwa Maduro telah merebut kekuasaan. Keesokan harinya, Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden interim.

Setelah pengumuman tersebut, sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, mengakui Guaido sebagai presiden interim. Langkah itu mendorong Maduro untuk memutuskan hubungan diplomatik antara Caracas dengan Washington.

Pada hari Sabtu, atase militer Venezuela di Washington Kolonel Jose Luis Silva membelot. Dia meminta masyarakat internasional untuk mengakui Juan Guaido sebagai kepala negara baru negara tersebut.

(mas)