Iran Latihan Perang, 12.000 Pasukan Elite Dikerahkan

loading…

Pasukan militer Iran. Foto/REUTERS

TEHERAN – Iran menggelar latihan perang pada hari Jumat (25/1/2019) dengan mengerahkan sekitar 12.000 pasukan elite, kendaraan lapis baja hingga pesawat jet tempur. Manuver kali ini memamerkan aksi pemindahan cepat unit-unit militer yang baru dikembangkan dan difokuskan untuk memerangi agresor musuh dan gerilyawan bersenjata.

Stasiun televisi pemerintah melaporkan, sejumlah drone dan sekitar 60 helikopter juga dilibatkan dalam latihan perang yang akan berlangsung dua hari di pusat Provinsi Isfahan.

Latihan tempur pada hari Jumat mempraktikkan aksi pasukan komando yang memburu para militan bersenjata, sementara batalion lapis baja memblokir pasukan “musuh” yang berusaha mundur.

Baca Juga:

“Dalam latihan perang ini, kami akan menampilkan dua perkembangan penting; batalion pasukan khusus yang bergerak cepat dan batalion bersenjata yang sangat mobile,” kata Jenderal Kioumars Heydari, kepala pasukan darat Iran kepada stasiun televisi pemerintah yang dikutip Reuters.

Heydari mengatakan latihan perang tersebut akan menyenangkan teman-teman Iran dan menunjukkan kepada para penyerang bahwa mereka akan menghadapi “pukulan cepat dan menghancurkan” dari tentara Iran.

Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat, yang selalu membeku, semakin memburuk setelah Presiden Donald Trump menarik Washington keluar dari perjanjian internasional yang membatasi program nuklir Teheran. Setelah keluar dari perjanjian tersebut, AS menerapkan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran yang sebelumnya dicabut.

Ketegangan juga meningkat antara Iran dan musuh bebuyutannya; Israel, serta dengan tetangga-tetangga Teluknya, terutama Arab Saudi. Pada September lalu, parade militer Iran diserang dengan korban tewas sebanyak 25 orang. Kelompok Islamic State atau ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Iran mengadakan latihan militer beberapa kali dalam setahun untuk menunjukkan kesiapannya guna menanggapi agresi asing. Namun, di mana para analis pertahanan Barat, negara para Mullah itu sering melebih-lebihkan kekuatan militernya.

(mas)