Iran Bantah Mata-matai Militer Jerman

loading…

Iran dengan keras menolak laporan di media Jerman yang menyatakan bahwa mereka menyewa seorang pria untuk memata-matai militer Jerman. Foto/Istimewa

TEHERAN – Iran dengan keras menolak laporan di media Jerman yang menyatakan bahwa mereka menyewa warga negara berkebangsaan Jerman-Afghanistan untuk memata-matai militer Jerman. Teheran mengatakan, klaim itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk merusak hubungan baik antara Teheran dan Eropa.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi mengatakan, bahwa tidak ada hubungan apa pun antara orang tersebut dan Iran. Dia menyebut, klaim seperti itu sama sekali tidak mengejutkan, mengingat semua upaya untuk mengganggu hubungan Teheran dengan Eropa setelah Amerika Serikat (AS) keluar dari kesepakatan nuklir.

“Kami tidak terkejut dengan berita ini yang muncul di tengah tuduhan keamanan yang tidak adil yang diajukan oleh mereka yang berusaha untuk menyabotase hubungan antara Iran dan Eropa pada tahap penting dan sensitif ini,” kata Qassemi, seperti dilansir PressTV pada Minggu (20/1).

Baca Juga:

Reaksi itu muncul beberapa hari setelah laporan yang tidak dikonfirmasikan di media Jerman menyebut bahwa seorang warga negara berkebangsaan Afghanistan-Jerman berusia 50 tahun yang bekerja untuk militer Jerman telah ditangkap dengan tuduhan mentransfer data militer sensitif ke Teheran.

Kantor kejaksaan federal Jerman mengatakan pada hari Selasa bahwa Abdul Hamid S. telah ditahan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan.

Kementerian pertahanan Jerman sendiri tidak mengkonfirmasi laporan itu, meskipun mengatakan mereka mengetahui kasus spionase yang melibatkan seorang anggota militer.

Laporan datang menyusul keputusan oleh Uni Eropa untuk menambahkan nama dua orang Iran dan satu unit intelijen Iran ke daftar terorisnya. Iran mengecam keras langkah itu, dan mengatakan itu didasarkan pada klaim palsu bahwa Teheran berusaha melakukan operasi teroris di tanah Eropa.

(esn)