Intelijen AS Akui Iran Tak Lagi Kembangkan Senjata Nuklir

loading…

Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), Dan Coats mengatakan, Iran saat ini tidak bekerja untuk membuat senjata nuklir. Foto/Sputnik

WASHINGTON – Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), Dan Coats mengatakan, Iran saat ini tidak bekerja untuk membuat senjata nuklir. Namun, Coats menyebut Iran dapat melanjutkan kegiatan seperti itu jika tidak mendapat manfaat dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) atau kesepakatan nuklir.

“Kami terus menilai bahwa Iran saat ini tidak melakukan kegiatan pengembangan senjata nuklir utama yang kami anggap perlu untuk menghasilkan perangkat nuklir,” kata Coats kepada Komite Intelijen Senat AS, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (30/1).

“Namun, para pejabat Iran telah secara terbuka mengancam untuk membatalkan beberapa komitmen JCPOA dan melanjutkan kegiatan nuklir yang dibatasi oleh JCPOA, jika Iran tidak mendapatkan keuntungan perdagangan dan investasi nyata yang diharapkan dari kesepakatan tersebut,” sambungnya.

Baca Juga:

Dikesempatan yang sama, Coats menyatakan, Iran kemungkinan akan mengalami lebih banyak aksi demonstrasi dalam beberapa bulan mendatang, sebagai tanggapan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah. Tetapi, lanjut Coats, demonstrasi itu akan berlangsung dalam skala kecil dan tidak terkoordinasi.

“Kami memprediksi lebih banyak kerusuhan dalam beberapa bulan mendatang, meskipun protes cenderung tetap tidak terkoordinasi dan tidak terpusat atau dukungan luas dari kelompok etnis dan politik utama,” ungkapnya.

Dia menambahkan, demonstrasi kemungkinan akan terus terjadi karena ketidakmampuan Presiden Hassan Rouhani untuk mereformasi ekonomi, yang tetap dibebani oleh korupsi, sektor perbankan yang lemah dan kesulitan menarik investasi asing.

(esn)