Heboh, Koran Tiruan Washington Post Beritakan Trump Mundur

loading…

Surat kabar tiruan The Washington Post memberitakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengundurkan diri. Publikasi surat kabar gadungan ini sepenuhnya palsu atau hoaks. Foto/Twitter @washingtonpost

WASHINGTON – Publik Amerika Serikat (AS) dihebohkan dengan surat kabar tiruan The Washington Post yang memberitakan Presiden Donald Trump mengundurkan diri. Koran dan berita palsu itu ulah iseng kelompok liberal bernama Yes Men.

Ribuan eksemplar surat kabar tiruan The Washington Post itu telah beredar di Washington, DC. Surat kabar bertanggal 1 Mei 2019 itu sangat mirip dengan salinan asli The Washington Post dan menampilkan laporan anti-Trump.

Versi online dari media palsu itu juga muncul di laman democracyawakensinaction.org dan my-washingtonpost.com.

Baca Juga:

UNPRESIDENTED: Ending crisis, Trump hastily departs White House,” bunyi judul laporan utama berita palsu itu. Laporan itu menceritakan Trump bergegas meninggalkan Gedung Putih untuk mengakhiri krisis.

Di berita lainnya dari koran itu ditulis; “Perayaan pecah di seluruh dunia saat era Trump berakhir.” Ada juga berita yang menyebut Wakil Presiden Mike Pence mengambil alih posisi Presiden Trump.

Departemen Humas The Washington Post yang asli merilis pernyataan terkait munculnya surat kabar palsu itu. “Ada edisi cetak palsu dari The Washington Post didistribusikan di sekitar pusat kota (Washington) DC, dan kami menyadari sebuah situs web yang mencoba meniru The Post. Mereka bukan produk Post, dan kami sedang mencari tahu ini,” bunyi pernyataan tersebut, yang dikutip Kamis (17/1/2019).

Para penulis Onnesha Roychoudhuri, L.A. Kauffman dan kelompok aktivis The Yes Men mengklaim bertanggung jawab atas penerbitan koran dan situs web palsu.

Tujuan dari laporan palsu itu diduga untuk mengamankan impeachment Trump, menawarkan ide-ide tentang bagaimana menghasut isu itu dan mendorong aktivisme terhadap pemerintahan.

Kauffman mengatakan surat kabar itu memang fantasi, tetapi berakar pada realitas.

“Kisah-kisah kami dibangun di atas perlawanan dunia nyata terhadap Trump dan wawasan tentang bagaimana orang-orang biasa dapat mengusir pemimpin yang tidak layak,” katanya dalam pernyataan kelompok Yes Man terkait publikasi koran palsu tersebut.

“Ini adalah visi tentang pemberontakan populer yang dipimpin wanita yang mendorong Trump dari kantor pada 1 Mei,” ujarnya.

The Washington Post yang asli melaporkan co-founder Yes Men, Jacques Servin, mengklaim surat kabar cetak dan digital berharga sekitar USD40.000.

Sementara itu, Presiden Donald John Trump melalui akun Twitter-nya, @realDonaldTrump mengecam publikasi berita palsu atau hoaks yang menyerang dirinya.”Berita palsu semakin gila dan tidak jujur ​​setiap hari. Luar biasa untuk menyaksikan orang-orang tertentu yang melindungi saya, dan keberhasilan luar biasa dari administrasi ini, benar-benar telah menjadi gila! Pelaporan palsu mereka menciptakan kemarahan dan perpecahan. Beristirahat dua minggu dan kembali beristirahat. Tanpa perasaan!,” tulis dia.

(mas)