Giliran Australia Akui Guaido Presiden Interim Venezuela

loading…

Kepala Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido, yang mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela. Foto/REUTERS

CANBERRA – Pemerintah Australia mengakui Kepala Majelis Nasional Venezuela yang dikendalikan oposisi, Juan Guaido, sebagai presiden interim negara itu sampai pemilu terbaru digelar. Pengakuan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Marise Payne dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (28/1/2019).

“Australia mengakui dan mendukung Presiden Majelis Nasional, Juan Guaido, dalam mengasumsikan posisi presiden sementara, sesuai dengan konstitusi Venezuela dan sampai pemilu diadakan. Australia menyerukan transisi ke demokrasi di Venezuela sesegera mungkin,” bunyi pernyataan Menlu Payne.

Pada hari Rabu pekan lalu Guaido dari Partai Popular Will (VP) mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela dan langsung diakui Amerika Serikat, Kanada dan sejumlah negara Amerika Latin.

Baca Juga:

Deklarasi Guaido membuat negara yang pernah dipimpin Hugo Chavez itu memiliki dua presiden. Sebab, kandidat presiden petahana Nicolas Maduro telah lebih dulu diambil sumpah untuk menjadi presiden selama enam tahun ke depan setelah partainya yang berhaluan sosialis, United Socialist Party of Venezuela (PSUV) memenangkan pemilu tahun lalu.

Pemilu itu diboikot oposisi dengan alasan sarat kecurangan. Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya juga tak mengakui pemilu yang dimenangkan Maduro.

Presiden Maduro menuduh Washington mengatur kudeta di negaranya dan akhirnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington. Dia telah meminta diplomat AS untuk meninggalkan Venezuela.

Namun, seorang perwakilan dari Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada Sputnik bahwa Washington tidak punya rencana untuk menutup kedutaan besarnya di Venezuela dan akan terus mengevaluasi situasi di lapangan.

(mas)