China Penjarakan Pengacara HAM

loading…

China Penjarakan Pengacara HAM. (Reuters).

BEIJING – Pengadilan China memenjarakan pengacara hak asasi manusia (HAM) Wang Quanzhang selama empat setengah tahun dalam kasus subversi kekuasaan negara.

Human Rights Watch (HRW) menganggap vonis pengadilan itu sebagai ejekan bagi klaim China untuk penegakan hukum. Wang selama ini membantu para klien yang terlilit berbagai kasus yang sensitif bagi otoritas seperti tuduhan penyiksaan oleh kepolisian atau membela anggota organisasi spiritual terlarang Falun Gong.

Wang sempat hilang pada Agustus 2015 saat China membersihkan para aktivis dan pengacara HAM. Melalui pernyataan singkat di website, Pengadilan Rakyat Nomor 2 Tianjin di kota pelabuhan Tianjin menyatakan Wang telah dinyatakan bersalah. Wang tak dapat dihubungi untuk dimintai komentarnya.

Baca Juga:

Setelah pemeriksaan pengadilan Wang pada 26 Desember, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak otoritas untuk menjamin hak-haknya dihormati dan ada kekhawatiran serius terkait cara kasusnya ditangani aparat China.

“Vonis pengadilan itu menjadi ejekan pada klaim Presiden China Xi Jinping sebagai juara penegakan hukum,” ungkap Peneliti HRW yang berbasis di Hong Kong Wang Yaqiu, dilansir Reuters.

Hukum pidana China menyatakan waktu yang dihabiskan di tahanan sebelum vonis dibacakan akan mengurangi masa hukuman. Itu artinya Wang dapat dibebaskan lebih cepat dibandingkan masa penjara empat setengah tahun.

Kementerian Kehakiman China belum merespon permintaan untuk komentar dalam kasus itu. Saat proses pengadilan, Wang memecat pengacara yang dipilih negara, menurut keterangan istrinya Li Wenzu.

Li Wenzu juga dilarang meninggalkan rumahnya di Beijing dan tak dapat menghadiri pengadilan suaminya. Li menjelaskan melalui Twitter bahwa suaminya tidak bersalah dan para petugas penegak hukum memperlakukan suaminya secara tidak berperikemanusiaan dan melanggar hukum China.

“Saya menghormati dan mendukung setiap pilihan yang Wang Quanzhang buat. Saya akan terus membela hak Wang Quanzhang,” ujar Li.

Li menyuarakan kasus suaminya sejak Wang hilang dengan berjalan 100 km dari Beijing ke Tianjin. Li juga mencukur rambut kepalanya sebagai protes atas perlakuan yang dialami Wang dan mengajukan petisi setiap pekan ke Mahkamah Agung Rakyat.

Kasus Wang berjalan secara rahasia dan penuh ketidakpasian karena otoritas hanya merilis sedikit informasi tentang kondisinya. Otoritas juga menolak akses pada Li dan tujuh pengacara yang dipilih Li untuk membela Wang. (Syarifudin)

(nfl)