Bikin Hoax Melania Trump,Media Inggris Minta Maaf dan Bayar Ganti Rugi

loading…

Media Inggris meminta maaf kepada Ibu Negara AS Melania Trump karena telah menerbitkan artikel palsu tentang dirinya. Foto/Istimewa

WASHINGTON – Surat kabar Inggris, Daily Telegraph, meminta maaf kepada First Lady Amerika Serikat (AS) Melania Trump karena telah menerbitkan pernyataan palsu tentang keluarga dan karir modelingnya. Daily Telegraph juga setuju untuk membayar “kerusakan substansial” atas terbitnya artikel tersebut.

“Kami meminta maaf tanpa pamrih kepada Ibu Negara dan keluarganya atas segala rasa malu yang disebabkan oleh publikasi kami atas tuduhan ini,” tulis surat kabar itu.

“Sebagai tanda penyesalan kami, kami telah sepakat untuk membayar kerugian substansial pada Mrs. Trump serta biaya hukumnya,” sambung pernyataan itu seperti disitir dari USA Today, Minggu (27/1/2019).

Baca Juga:

Klaim itu muncul minggu lalu di sebuah sampul depan di majalah Saturday Magazine yang berjudul “The Mystery of Melania.”

Surat kabar konservatif Inggris itu mengatakan artikel tersebut seharusnya tidak membuat klaim bahwa Melania Trump sedang berjuang dalam karir modeling-nya sebelum dia bertemu dengan Donald Trump atau bahwa dia menjadi sukses dalam karir karena bantuan sang suami.

“Kami menerima bahwa Ny. Trump adalah model profesional yang sukses dalam haknya sendiri sebelum ia bertemu dengan suaminya dan mendapatkan pekerjaan modeling sendiri tanpa bantuannya,” kata Daily Telegraph.

Surat kabar itu juga mengatakan bahwa Melania tidak meninggalkan mata kuliah desain dan arsitekturnya di universitas karena ada hubungan dengan menyelesaikan ujiannya, seperti yang dituduhkan dalam artikel itu, melainkan karena dia ingin mengejar karir yang sukses sebagai model profesional.

Permintaan maaf itu juga menyatakan bahwa calon ibu negara itu bertemu dengan Donald Trump pada tahun 1998, bukan pada tahun 1996, seperti yang telah dipublikasikan, dan juga secara keliru menyatakan bahwa ibu, ayah dan saudara perempuannya pindah ke New York pada tahun 2005 untuk tinggal di gedung-gedung yang dimiliki oleh Trump.

“Mereka tidak melakukannya,” tegas surat kabar itu.

Telegraph juga membersihkan beberapa poin tambahan seperti Ayah Melania bukan orang yang menakutkan dan tidak bisa mengendalikan keluarga. Poin lainnya adalah klaim bahwa Melania menangis pada malam pemilu juga sebuah kesalahan.

(ian)