AS Dorong DK PBB Dukung Tokoh Oposisi Venezuela

loading…

AS akan memdorong DK PBB untuk mengakui tokoh oposisi Juan Guaido sebagai Presiden Venezuela. Foto/Istimewa

NEW YORKAmerika Serikat (AS) mendorong Dewan Keamanan (DK) PBB mengeluarkan pernyataan yang mendukung penuh Majelis Nasional Venezuela sebagai satu-satunya lembaga yang dipilih secara demokratis. Namun langkah itu diperkirakan akan digagalkan oleh Rusia.

DK PBB akan bertemu pada akhir pekan ini atas permintaan AS setelah Washington dan sejumlah negara di kawasan itu mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai kepala negara dan mendesak Presiden Nicolas Maduro untuk mundur.

Selama pertemuan DK PBB nanti, Pompeo akan mendesak anggota dewan dan negara-negara lain untuk mengakui Guaido, Departemen Luar Negeri AS mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga:

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza, bersama dengan beberapa menteri lainnya, akan berpidato di hadapan badan yang beranggotakan 15 negara itu. Menjelang pertemuan itu, AS mengedarkan konsep pernyataan DK PBB.

“Ketika kondisi di Republik Venezuela terus memburuk, Dewan Keamanan menyatakan dukungan penuhnya kepada Majelis Nasional sebagai satu-satunya lembaga Venezuela yang terpilih secara demokratis,” bunyi rancangan itu seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (26/1/2019).

Jika dewan mendukung pernyataan itu, badan itu secara efektif mengakui Guaido – yang merupakan ketua Majelis Nasional – sebagai kepala negara Venezuela. Guaido sendiri telah menyatakan dirinya sebagai presiden sementara negara itu pada hari Rabu lalu.

Rancangan pernyataan itu juga menyerukan dimulainya segera proses politik yang mengarah pada pemilihan umum yang bebas, adil dan kredibel dengan pengamat pemilihan umum internasional dalam waktu sesingkat mungkin.

Namun, Duta Besar AS untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan Moskow akan menentang dorongan AS agar DK PBB mendukung Guaido sebagai presiden sementara. Pernyataan dewan harus disetujui melalui konsensus.

“(Pernyataan) itu tidak akan lolos. Bagi kami tidak ada yang berubah,” kata Nebenzia sebelum Washington mengedarkan draft pernyataan kepada anggota dewan pada Jumat malam.

(ian)