Anggap Intervensi Venezuela, Presiden Bolivia Kecam Pertemuan DK PBB

loading…

Presiden Bolovia Evo Morales mengutuk pertemuan DK PBB yang digagas AS untuk membahas situasi politik di Venezuela. Foto/Ilustrasi/Istimewa

LA PAZ – Presiden Bolivia Evo Morales mengecam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB yang akan datang terkait situasi di Venezuela karena “menyerbu” urusan dalam negeri Caracas.

“Setelah upaya untuk menunjuk presiden boneka ditolak oleh angkatan bersenjata dan rakyat berdaulat Venezuela, Amerika Serikat telah meminta untuk mengadakan pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk menegakkan intervensi. Negara bebas di Tanah Air Hebat mengutuk invasi ini,” tulis Morales di Twitter seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (26/1/2019).

Sebelumnya, misi AS untuk PBB mengatakan bahwa mereka telah secara resmi meminta sesi terbuka DK PBB untuk mengatasi krisis politik saat ini di Venezuela. Selama pertemuan DK PBB nanti, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan mendesak anggota dewan dan negara-negara lain untuk mengakui tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai Presiden Venezuela, Departemen Luar Negeri AS mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga:

Situasi politik di Venezuela semakin memanas setelah pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela. Amerika Serikat tidak lama kemudian mendesak Presiden Nicolas Maduro untuk mundur dan membiarkan Guaido mengambil jabatannya.

Kepresidenan sementara Guaido telah didukung oleh sekitar selusin negara, sebagian besar negara Amerika Latin, termasuk Amerika Serikat. Sementara Rusia, China dan sejumlah negara lainnya mendukung Maduro. Kedua belah pihak menyiapkan panggung untuk perjuangan masa depan Venezuela baik di dalam maupun di luar negara Amerika Selatan.

(ian)